Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diabetes Melitus

Diabetes Melitus
PerawatBaik.com - Assalamualaikum wr.wb.
Salam sehat dan semangat para sahabat Perawat Baik... 😇

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas seputar “Si Manis” yang menyengsarakan.

Yup...! Si Kecing manis atau Diabetes Melitus,
dimana menurut data Kemenkes ia merupakan penyakit ketiga paling mematikan di Indonesia setelah penyakit stroke dan penyakit jantung.

Melalui artikel ini kita akan berkenalan lebih dalam dengan si Diabetes Melitus ini.


Apa itu Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kronis yang ditandai oleh kadar glukosa atau gula darah yang melebihi nilai normal secara menahun.

Diabetes dapat terjadi Ketika tubuh tidak lagi mampu mengambil glukosa di dalam sel untuk digunakan sebagai energi, sehingga terjadi penumpukan gula dalam darah.


Jenis-Jenis Diabetes Melitus

Terdapat beberapa jenis Diabetes Melitus:

1. Diabetes Melitus Type 1

Diabetes Melitus Type 1 (DM Type 1) adalah diabetes yang terjadi akibat adanya autoimun yang mengakibatkan sel kekebalan tubuh menghancurkan sel beta yang bertanggung jawab untuk memproduksi insulin dalam tubuh, sehingga pancreas gagal menghasilkan insulin yang cukup untuk menormalkan kadar glukosa darah.

DM type 1 ini biasa menyerang pasien anak-anak dan remaja.

2. Diabetes Melitus Type 2

Diabetes Melitus Type 2 (DM Type 2) adalah peningkatan kadar gula dalam darah akibat dari ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin karena adanya resistensi insulin.

Pada DM Type 2 ini sebenarnya insulin tetap diproduksi oleh tubuh tetapi tidak dapat digunakan secara efisien.

Tidak dapat tersebar secara merata ke seluruh tubuh sehingga mengakibatkan kenaikan kadar gula dalam darah atau yang biasa kita sebut hiperglikemia.

DM type 2 biasanya terjadi pada usia lebih dari 45 tahun, tetapi dapat juga menyerang remaja dan anak-anak.

3. Diabetes Gestasional

Diabetes Gestasional adalah diabetes yang terjadi selama kehamilan.

Biasanya pasien dengan diabetes gestasional tidak memiliki Riwayat diabetes sebelumnya.
Diabetes gestasional biasa terjadi setelah 24 minggu kehamilan. Tes diabetes gestasional dapat di anjurkan pada usia kehamilan 24-28 minggu pada Wanita tanpa riwayat diabetes sebelumnya.

Diabetes gestasional bersifat sementara namun pasien dengan Riwayat gestasional dapat berkembang menjadi Diabetes Melitus Type 2.

Hormon di dalam plasenta yang membantu perkembangan bayi juga dapat berkontribusi pada proses penghambatan insulin yang dapat mengakibatkan resistensi insulin yang dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan jumlah kadar gula darah atau hiperglikemia.

4. Diabetes Tipe lain

Diabetes tipe lainnya ini adalah diabetes yang terjadi bisa dari akibat berbagai penyebab, misalnya adanya penyakit pada pancreas, hormon yang tidak stabil dan bisa jadi dikarenakan efek samping dari obat-obatan.


Faktor Resiko Penyakit Diabetes Melitus

1. Faktor Genetik

Seseorang yang memiliki orang tua dengan diabetes akan beresiko lebih besar terkena DM.

2. Riwayat Kehamilan Gestasional

Pasien dengan riwayat gestasional, memiliki resiko terkena DM Tipe 2.

3. Kegemukan

Kegemukan menjadi faktor resiko terkena diabetes yang sering terjadi pada masyarakat kita.

Hal ini di pengaruhi oleh gaya hidup yang kurang sehat.

Kegemukan yang bersiko adalah saat seseorang mengalami berat badan berlebih, Index Massa Tubuh(IMT) > 23 kg/m2 dan lingkar perut (pada pria) > 90 cm dan (pada wanita) > 80 cm.

Berikut cara menghitung IMT :
IMT = BB/(TB)2
BB = (berat badan dalam kg)
TB = (tinggi dalam meter)


Hasil Perhitungan IMT :
Normal 18,5 – 25,0
Gemuk 25,1 – 27,0
Obesitas >27,0


Sebagai contoh :
Ayu memiliki berat badan 67 kg dengan tinggi badan 158 cm.
Berapakah IMT Ayu?

BB = 67 Kg
TB = 158 cm = 1,58 m

IMT = 67 / (1,58)2 = 67 / 2,49 = 26

Jadi IMT Ayu adalah 26, yang artinya adalah Ayu termasuk dalam kategori Gemuk, dan beresiko.

4. Dislipidemia

Dislipidemia adalah kondisi dimana jumlah kadar lipid atau lemak dalam darah terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.

Lemak memiliki peran yang penting dalam tubuh kita sebagai salah satu sumber tenaga. Tetapi jika jumlahnya tidak dalam batas normal (terlalu tinggi ataupun terlalu rendah) dapat mengakibatkan terjadinya penyakit. Salah satunya adalah diabetes.

Adapun kadar lipid yang dapat menyebabkan atau meningkatkan resiko seseorang terkena Diabetes adalah:
HDL ≤ 35 mg/dl, dan 
Trigliserida ≥ 250 mg/dl 


5. Diet tidak seimbang

Diet yang tinggi akan garam, gula, lemak, dan rendah serat dapat memicu kenaikan gula dalam darah.

6. Kurang aktivitas fisik

Gaya hidup yang kurang sehat akhir-akhir ini selalu menjadi hal yang biasa.
Kesibukan menjadi alasan seseorang untuk enggan melakukan aktivitas fisik, yang akhirnya dapat meningkatkan resiko seseorang terkena Diabetes Melitus.


Tanda dan Gejala Diabetes Melitus

Hal yang harus kita pahami adalah tanda dan gejala diabetes melitus.

Terkadang seseorang sudah mengalami tanda dan gejala awal tetapi takut untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya, sehingga kondisi diabetesnya bisa bertambah parah.

Bahkan ada yang sudah muncul komplikasi baru melakukan pemeriksaan ataupun kontrol ke dokter.

Tanda dan gejala diabetes yaitu:

1. Polifagi, Polidipsi, Poliuri

Tanda 3P ini biasanya menjadi andalan untuk memantau seseorang terkena diabetes.

Polifagi (Banyak makan), Polidipsi (banyak minum), dan Poliuri (banyak kencing)

Pasien akan merasakan lapar dan haus terus menerus padahal sudah banyak makan dan minum air putih.

Pada saat seseorang terkena diabetes insulin tidak bekerja dengan maksimal, sehingga gula menumpuk di dalam darah. Ginjal akan bekerja keras untuk membantu proses pengeluaran gula melalui urin, sehingga akan banyak mengeluarkan urin yang dapat mengakibatkan penderita diabetes merasa haus karena cairan tubuh sudah banyak terbuang.

2. Penurunan berat badan drastis

Berat badan penderita diabetes akan turun drastis jika sudah lebih dari 5% dari berat badan total sebelumnya, dan pada saat itu penderita tidak dalam kondisi sedang berdiet.

3. Mudah lelah

Mudah lelah ini dapat terjadi pada pasien meskipun pasien dalam kondisi tidak melakukan aktivitas fisik ringan maupun berat.

Hal ini bisa diakibatkan karena kadar gula darah yang terlalu tinggi ataupun rendah.

4. Nyeri otot atau kesemutan

Tanda lainnya adalah adanya nyeri maupun kesemutan yang sering terjadi pada saat tanpa melakukan aktivitas fisik. Kesemutan dapat terjadi pada tangan maupun kaki.

5. Luka susah sembuh

Jika tanda dan gejala di atas sudah muncul, banyak pasien masih belum menyadari terkena DM, sehingga pada saat muncul luka yang awalnya hanya kemerahan, kecil kemudian menjadi kehitaman dan membusuk barulah mereka kontrol dan mengetahui terkena diabetes.

6. Pandangan mata kabur

Padangan mata menjadi kabur dapat menjadi salah satu gejala dari penyakit diabetes dan juga bisa menjadi salah satu komplikasi serius dari diabetes yang biasa kita sebut retinopati diabetik (akan kita bahas pada bahasan selanjutnya).

Hal ini terjadi karena pembuluh darah yang rusak akibat penyempitan saluran darah ke mata atau karena kurangnya asupan nutrisi sehingga penglihatan menjadi berkurang hingga dapat menyebabkan kebutaan.

7. Gatal-gatal pada kulit

Gatal gatal yang terjadi pada pasien dengan diabetes biasanya menyerang daerah kaki tetapi tidak jarang juga terjadi di seluruh tubuh.

Sensasi gatal dapat juga disertai rasa seperti digelitik. Biasanya juga menyebar ke area selangkangan.

Selain kulit gatal, biasanya kulit juga menjadi kering dan bersisik.

8. Infeksi pada organ intim

Kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan jamur tumbuh subur di vagina, sehingga dapat menyebabkan infeksi dan muncullah keputihan pada Wanita.

Infeksi ini dapat menjadi semakin parah jika tidak segera diobati, dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada saat berhubungan seks.

9. Impotensi pada pria

Kadar gula yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tidak maksimalnya aliran darah pada pembuluh darah penis, sehingga menyebabkan ereksi tidak maksimal atau tidak terjadi ereksi sama sekali.

Penutup



Nah sahabat, itulah pembahasan mengenai Diabetes Melitus kali ini.

Jika sahabat memiliki keluarga atau sahabat sendiri mengalami gejala seperti di atas, lebih baik segera melakukan pengecekan secara berkala.

Jangan tunggu sampai mengalami komplikasi baru melakukan pengecekan ya. Demikan sabahat, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua ya. Jika ada pertanyaan, share informasi, atau pengalaman seputar pembahasan kita kali ini, jangan sungkan untuk memberikannya di kolom komentar di bawah ya... 😉

Posting Komentar untuk "Diabetes Melitus"