Penilaian GCS

PerawatBaik.com - Assalamualaikum wr.wb. 
Salam sehat dan semangat para sahabat Perawat Baik... 😇 

Pengkajian merupakan hal mendasar yang dilakukan seorang perawat sebelum menentukan tindakan-tindakan yang akan dilakukan selama proses dinasnya. Hal yang pasti sudah tidak asing lagi adalah melakukan pengkajian tingkat kesadaran pada pasien. 

Pada artikel kali ini kita akan membahas secara singkat tentang proses pengkajian tingkat kesadaran pasien menggunakan Glasgow Coma Scale atau Penilaian GCS.
Penilaian GCS

Pembahasan kali ini lebih fokus kepada cara menghitung GCS pada orang dewasa ya sahabat Perawat Baik, karena pada kasus anak-anak penilaian GCS-nya memiliki sedikit perbedaan dalam pengkajiannya. Tetapi jika kita sudah paham melakukan pengkajian pada orang dewasa maka pada anak-anak akan lebih mudah lagi.


Skala GCS

Pada kasus pasien yang dilakukan perawatan intensive care melakukan pengkajian tingkat kesadaran dilakukan setiap jam untuk memantau tingkat perkembangan pasien. 

Apasih GCS itu? 
Glasgow Coma Scale atau GCS adalah skala yang digunakan untuk menilai tingkat kesadaran pada pasien. GCS ini diperlukan guna memberikan tindakan pertolongan dalam keadaan darurat maupun dalam perawatan selama mengalami sakit.

Tingkat kesadaran seseorang dinilai dengan 3 cara yaitu respon membuka mata, suara (Kemampuan berbicara) dan tonus otot (Kemampuan menggerakkan tubuh). 

Untuk memudahkannya akan kita buatkan tabel untuk melakukan Pemeriksaan GCS ini.
Skala GCS
Setelah kita mendapatkan total nilai dari GCS selanjutnya kita akan menghitung nilai untuk menentukan tingkat kesadaran yang ada pada pasien.


Kategori Penilaian GCS

kategori Penilaian GCS


Tingkat Kesadaran GCS

1. Composmentis

yaitu kesadaran normal, dalam kondisi sadar penuh. Pasien dapat menjawab semua pertanyaan dengan baik dan benar tentang kondisi nya maupun lingkungan sekitarnya. 

2. Apatis

yaitu keadaan pasien yang bersikap acuh tak acuh ketika diajak berbicara. Sering mengabaikan ketika diajak berbicara, kontak mata tidak ada.

3. Somenolen

yaitu keadaan yang mana ditandai dengan mengantuk yang dalam dan masih bisa dipulihkan dengan rangsangan nyeri. Tetapi akan berbalik kepada reaksi tidur ketika rangsangan nyeri berhenti.

4. Delirium

yaitu kondisi dimana terjadi reaksi penurunan kesadaran yang disertai dengan reaksi berlebihan pada otot motorik dan verbal secara tidak sadar. Biasanya pasien akan terlihat meracau, gelisah, disorientasi dan marah-marah.

5. Soporocoma

yaitu kondisi dimana seseorang tidak memberikan respon baik secara membuka mata, motorik maupun verbal tetapi masih memiliki respon pada kornea dan pupilnya masih baik. Jika memiliki respon motorik biasanya hanya gerakan kecil saja seperti pada ujung jari kaki maupun tangan. Pasien tidak dapat dibangunkan.

6. Coma

yaitu penurunan kesadaran yang terjadi sangat dalam, sehingga tidak memiliki respon sama sekali.


Nah sahabat, itulah penjelasan singkat mengenai Pengkajian Tingkat Kesadaran menggunakan Penilian GCS pada orang dewasa. 

Perlu diingat juga dalam melakukan pengkajian GCS, jangan lupa untuk selalu menerapkan Teknik Komunikasi Terapeutik ya sahabat Perawat Baik, karena meskipun kondisi kesadaran pasien dalam keadaan coma, namun pasien masih tetap dapat mendengar dengar baik dan mengingat setiap ucapan yang kita ucapkan. 😁 


Jika ada pertanyaan, share informasi, atau pengalaman seputar pembahasan kita kali ini, jangan sungkan untuk memberikannya di kolom komentar di bawah ya... 😉

Jangan lupa juga untuk subscribe lewat email di form Subscribe di bagian paling bawah blog ya... Biar selalu update pemberitahuan setiap kita upload artikel terbaru. 😘

Berikan Komentar

Lebih baru Lebih lama