Cara menghitung Balance Cairan

PerawatBaik.com - Assalamualaikum wr.wb. 
Salam sehat dan semangat para sahabat Perawat Baik... 😇 

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai cara menghitung IWL orang dewasa. Nah, IWL tadi akan sangat berkaitan dengan Balance Cairan. Bagi perawat maupun mahasiswa calon perawat yang sedang praktik klinik di ruangan intensive pasti tidak asing dengan istilah balance cairan ini.

Balance Cairan

Apa itu Balance Cairan?

Seperti yang kita tahu bahwa komponen yang ada di dalam tubuh kita terdiri dari sebagian besar air yang berfungsi sebagai pengantar zat nutrisi serta mengangkut sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuh untuk dikeluarkan dari dalam tubuh kita. 

Balance cairan adalah hasil dari pemantauan terhadap cairan yang masuk dan cairan keluar dari dalam tubuh selama 24 jam maupun per jam.

Balance cairan menggambarkan keseimbangan antara cairan masuk/input maupun cairan keluar/output. Pemantauan cairan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kelebihan maupun kekurangan cairan pada pasien yang dalam pemantauan ketat, misalnya pada pasien dengan gagal ginjal atau dengan cardiomegali yang mana jumlah cairan akan dibatasi guna mencegah terjadinya beban berat pada organ ginjal atau jantung akibat kelebihan cairan tersebut. Ataupun pada pasien yang mengalami dehidrasi, perdarahan, demam yang membutuhkan cairan untuk mencegah terjadinya syok.


Cara menghitung Balance Cairan

Seperti kita tahu balance cairan adalah untuk menghitung keseimbangan input dan output cairan. Sehingga untuk menghitung balance cairan digunakan rumus balance cairan sebagai berikut:

rumus balance cairan

CM = Cairan Masuk/Input
CK = Cairan Keluar/Output

Cairan Masuk ini dapat berupa makan, minum, pemberian terapi cairan seperti infus ataupun obat-obatan.

Cairan Keluar sendiri ada yang dapat kita ukur dan dilihat seperti urine, feses, muntah. Selain itu ada Cairan Keluar yang tidak dapat diukur yang akan kita hitung menggunakan cara menghitung IWL. Sehingga untuk cairan keluar ini kita menambahkan dengan perhitungan IWL.


Biar lebih paham dan mengerti, yuk kita langsung pada contoh kasus menghitung balance cairan.

Contoh:

Ny. A berusia 45 Tahun, BB 65 kg dirawat di rumah sakit dengan keadaan tidak sadarkan diri. 
Klien memiliki riwayat penyakit jantung dan riwayat stroke 2 tahun yang lalu. 
Tekanan darah 90/60 mmHg, 
Nadi : 65x/menit, 
Respirasi: 22x/menit, 
Temperatur 37 ̊c, 
Saat dilakukan pemasangan NGT cairan lambung merah kehitaman 500cc, 
Urin 200cc, 
Ada BAB kecoklatan 100cc, 

Diberikan cairan infus 2000cc/24 jam,
Transfusi darah PRC 250cc, 
Mendapatkan terapi antibiotik yang di-drip-kan dalam Nacl 500 cc/24 jam, 

Berapakah Balance Cairan Ny. A?

Jawab:

Cairan Masuk: 
Infus = 2000 cc
Transfusi = 250 cc
Terapi = 500 cc
Total = 2750 cc

Cairan Keluar: 
NGT = 500 cc
Urin = 200 cc
BAB = 100 cc
SubTotal = 800 cc

IWL : 10 cc x 65 kg = 650 cc

CK : 800 cc + 650 cc = 1450 cc

Balance Cairan:
Balance Cairan
BC = 2750 - 1450
BC = 1300 cc/24 jam

Jadi... Balance Cairan Ny A selama 24 jam adalah 1300 cc.

Gimana sahabat perawat baik, sampai sini sudah paham kan? Sangat mudah bukan untuk menghitung balance cairan? 

Baca juga: Menghitung Dosis Obat menggunakan Rumus

Nah... Itulah Cara menghitung Balance Cairan. Semoga bermanfaat ya... 

Jika ada pertanyaan, share informasi, atau pengalaman seputar pembahasan kita kali ini, jangan sungkan untuk memberikannya di kolom komentar di bawah ya... 😉 

Jangan lupa juga untuk subscribe lewat email di form Subscribe di bagian paling bawah blog ya... Biar selalu update pemberitahuan setiap kita upload artikel terbaru. 😘

Berikan Komentar

Lebih baru Lebih lama